Cara Sukses Trading Forex dengan Bollinger Bands (Panduan Lengkap Bollinger Bands)

Saya akan membagikan Panduan Trading Forex Terbaik yaitu Cara Sukses Trading Forex dengan Bollinger Bands kepada temen-temen trader semua di seluruh indonesia. Setiap indikator tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang paling penting untuk dipahami adalah bagaimana memilih indikator yang tepat untuk sebuah moment trading Anda.


Semakin banyak indikator teknikal forex yang Anda pahami, itu sangat baik sekali untuk menunjang kesuksesan trading. Anda tinggal memilih akan menggunakan indikator yang mana saat mengambil keputusan Buy atau Sell, atau bisa juga dengan cara mengkombinasikan beberapa indikator menjadi senjata yang tepat saat ber-trading ria.

Khusus pada saat ini saya ajak Anda untuk mengupas  Cara Sukses Trading Forex dengan Bollinger Bands dan cara penggunaanya di metatrader.

Apa itu Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator grafik yang dikembangkan oleh John Bollinger, indikator ini digunakan untuk mengukur volatilitas dan mengukur trend market.

Kalau kita melihat bentuk dari indikator Bollinger Bands, maka akan terlihat seperti kurungan yang memiliki 3 buah garis. Garis paling atas disebut Upper Bollinger Band, garis paling bawah disebut Lower Bollinger Band dan garis yang ada di tengah disebut Simple Moving Average (SMA).

Cara menentukan nilai Bollinger Band

Di dalam bentuk defaultnya, indikator Bollinger Band terdiri dari:

  • Upper Band: garis batas atas (terbuat dari SMA + (Z x Deviasi))
  • Midle band: garis batas tengah (terbuat dari SMA)
  • Lower Band: garis batas bawah (terbuat dari SMA – (Z x Deviasi)) dan Z = [0,6174  x ln (periode)] + 0,1046
Ketiga garis tersebut dijadikan default pada metatrader menjadi: periode 20; Shift 0; Deviations: 2

Penampakan Bollinger Band


  • Overbought dan Oversold
Dari garis kurungan yang tampak pada Bollinger Band kita dapat menentukan kondisi overbought ataupun oversold.

Overbougt artinya harga telah menyentuh garis upper band tapi harga penutupan masih dibawah upper band. Kebalikannya Oversold adalah kondisi dimana harga telah menyentuh garis lower band namun harga penutupan masih diatas lower band.

Dari kondisi ini kita dapat mengambil entry saat harga telah menembus garis tengah (sma-20) dengan target pada level band terdekat.

  • Trending
Uptrend terjadi bila harga telah menembus upper band dan harga penutupan berada diluar band, sedang kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup diluar band.

DARI APA YANG SUDAH KITA PELAJARI DIATAS MENGENAI BOLLINGER BAND, YANG PERLU DIPERHATIKAN ADALAH BAHWA HARGA CENDERUNG AKAN SELALU MASUK KEDALAM KURUNGAN. KETIKA HARGA TELAH MENCAPAI PUNCAK MAKA PASTI AKAN KEMBALI MASUK KE KURUNGAN, DEMIKIAN PULA SEBALIKNYA.



  • Bollinger Squeeze – Tekanan Bollinger
Pada saat Bollinger band tertekan hal ini mengisyaratkan bahwa breakout akan segera terjadi.

Jika candle mulai menembus diatas puncak salah satu band, maka pergerakan akan cenderung berlanjut keatas. Demikian pula sebaliknya, jika candle mulai menembus bagian bawah terendah band, maka pergerakan harga akan terus berlanjut ke bawah.

Cara menggunakan Bollinger Bands

Ini adalah catatan penting yang wajib Anda sadari... Sehebat-hebatnya trader menganalisa market menggunakan indikator Bollinger Band, tetap saja dia harus didampingi dengan indikator lain seperti Candlestick, Moving Average ataupun RSI yang akan kita pelajari pada artikel berikutnya.

Demikianlah ulasanpenting yang berjudul Cara Sukses Trading Forex dengan Bollinger Bands (Panduan Lengkap Bollinger Bands) ini yang semoga bermanfaat buat kita semua.